Senin, 13 September 2021

Toleransi Dalam Masyarakat Berbudaya

Toleransi Dalam Masyarakat Berbudaya

Oleh: Izzul Mutho’

Budaya merupakan sesuatu yang melekat dalam masyarakat dan peradaban manusia. Suatu bangsa bisa dikenali akan budayanya, sebagaimana seperti keramahtamahan bangsa Indonesia di mata dunia. Indonesia dikenali dengan sejuta keberagamannya. Keberagaman yang ada telah menjadi simbol persatuan yang dikemas dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Sebab itu, kita harus menjaganya agar tetap utuh dan harmonis.

Namun keberagaman tersebut kerap mengalami krisis toleransi. Perbedaan yang ada justru menimbulkan perpecahan. Padahal, perbedaan itu sendirilah yang seharusnya membuat Indonesia menjadi indah.

Telah kita ketahui, terdapat bermacam-macam suku yang ada di Indonesia yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Dengan aneka ragam budaya tersebut, tidak jarang pula menyebabkan aneka ragam dinamika sosial. Dari berbagai macam konflik di Indonesia, terdapat pula macammacam penyebabnya. Seperti perbedaan sudut pandang yang di mana setiap individu pasti memiliki cara pandang yang berbeda dalam memandang suatu perkara, serta sikap mencintai budaya sendiri yang tinggi, yang mana hal ini dapat menyebabkan lebih mengutamakan kelompoknya dibanding kepentingan bersama dalam masyarakat berbangsa.

Sikap toleransi yang berfungsi sebagai sikap pemersatu perbedaan sangat diperlukan dalam menjaga keutuhan NKRI. Toleransi merupakan solusi bagi problem suatu negara yang masyarakatnya terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras, dan etnis. Dengan toleransi kita menghargai dan menghormati perbedaan antar individu atau antar kelompok.

Kelompok suku bangsa ditandai dengan adanya kesamaan budaya, bahasa, agama, perilaku atau ciri-ciri biologis yang dimiliki. Setiap suku bangsa pasti memiliki ciri atau karakter tersendiri, baik dalam aspek sosial maupun budaya. Indonesia memiliki lebih dari 300 kelompok suku, lebih tepatnya 1.340 suku bangsa.

Di Indonesia sedikitnya terdapat 6 (enam) agama yang dicatat oleh negara. Agama-agama tersebut ialah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Keenam agama itu beserta agama-agama lain yang belum dicatat oleh negara harus lah hidup berdampingan di masyarakat dengan prinsip toleransi antar umat beragama.

Ras yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia beraneka ragam. Ras Malayan-Mongoloid yang berada di Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, dan Sulawesi. Ras Melanesoid mendiami wilayah Papua, Maluku, dan juga Nusa Tenggara Timur. Dengan keaneka ragam itu Indonesia menjadi berwarna.

Banyaknya kelompok yang menutup diri akan pemikiran baru menjadi penyebab sulitnya menanamkan sikap toleransi. Zaman modern ini, kita dituntut mengetahui bahwa dunia itu luas, bukan hanya kita dan kelompok kita saja, melainkan banyak kelompok selain kelompok kita yang ada di dunia ini.

Banyak cara dalam menanamkan sikap toleransi. Kita mulai dari menghormati perbedaan, berbicara santun, toleransi umat agama lain yang beribadah, tidak memaksakan kehendak, dan menerima perbedaan. Dengan menumbuhkan sikap-sikap toleransi kepada mereka yang beraneka ragam ini, dapat menjaga keutuhan bangsa.

Sebagai warga negara yang baik, kita harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan dengan menganut paham toleransi. Pepatah mengatakan, “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Jangan sampai Indonesia terpecah-belah akibat isu-isu negatif, melainkan kita harus bersatu dalam menghadapi problem yang muncul dalam masyarakat.

 

 

 #dimuat di Bunga Rampai, 01/09/2021

Entri yang Diunggulkan

Perjuangan adalah Seni

  Perjuangan adalah Seni Izzul Mutho' Jiwa seniku menginginkan pergi Kala realita tak seindah mimpi Memori mimpi meronta-ronta Ragaku be...