Cinta
tidak dapat dilukiskan. Cinta bukanlah keterangan tentang cinta. Jika hakikat
cinta dirumuskan maka ia menjadi kabur sebab cinta tidak dapat diraba ataupun
dilihat bahkan tidak terjangkau oleh kata-kata.
Cinta
bisa diartikan suatu perasaan kasih saying dalam suatu hubungan antara pihak
satu dengan pihak lain.
Cemburu
bisa diartikan perasaan atau pikiran yang muncul saat seseorang merasa atau
menduga dengan benar atau keliru akan terancam pudar suatu hubungannya dengan
seseorang.
Guna
adanya cemburu untuk mengingatkan tentang “aku”-nya, hingga mereka sadar bahwa
mereka adalah dua “aku” yang berdialog dan bertemu dengan satu tujuan, bukan
yang dilebur menjadi satu.
Cinta
bagaikan gabungan antara harapan dan kecemasan. Namun harap dan cemas haruslah
seimbang. Jika rasa cemas melebihi harapan maka akan melahirkan cemburu
berlebihan yang dapat mengubur cinta. Jika harapan tidak lagi bergelora maka
cinta menjadi redup.
Kecemburuan
yang lahir dari ketakutan dan gelisah yang berlebih merupakan kecemburuan yang
tidak sewajarnya. Cinta tidak mungkin diraih dengan paksaan ataupun kecurigaan.
Namun cinta diraih melalui perjuangan dengan kebebasan dibawah kendali budaya
dan agama.
Kecemburuan
yang wajar melahirkan keutuhan cinta sekaligus membendung segala hal yang dapat
menghancurkannya. Cinta mengharapkan kesetiaan, namun cemburu serta merta hadir
bila terdapat sikap yang dinilai mengurangi kesetiaan. Jika penyebab
kecemburuan sesuatu yang wajar maka kecemburuan tersebut dibenarkan.
Cinta
dan Benci
Cinta
merupakan perasaan kasih saying dalam kalbu pecinta. Cinta adalah ekspresi
perasaan. Perasaan adalah kumpulan emosi. Emosi adalah situasi jiwa yang
mendorong untuk melakukan sesuatu yang sifatnya sementara. Letak semua itu ada
didalam kalbu manusia.
Kalbu
manusia merupakan sesuatu yang istimewa dan ajaib. Kalbunya merupakan alam kecil
yang mencangkup alam besar dengan segala kontradiksinya.
Adanya
cinta juga ada benci. Jalan tercepat mengetahui substansi sesuatu yaitu dengan
mengetahui lawannya. Jika ingin mengetahui keburukan, ketahuilah kebaikan. Jika
ingin mengetahui benci, ketahuilah cinta.
Apabila
ada seseorang memusuhi dan memperlakukan seseorang secara tidak wajar, maka
pada saat itu juga ada benih-benih kebaikan dalam diri orang yang memusuhi. Dengan
disadari atau tidak ia sebenarnya telah memendam benih-benih kebaikan dibawah
sadarnya. Tetapi bila orang yang dimusuhi menyikapi dengan kelembutan dan
persahabatan, maka kemungkinan besar akan memicu tumbuhnya benih-benih kebaikan
yang telah ia pendam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar