Rabu, 03 Februari 2021

Cinta dan Kontradiksinya



Cinta tidak dapat dilukiskan. Cinta bukanlah keterangan tentang cinta. Jika hakikat cinta dirumuskan maka ia menjadi kabur sebab cinta tidak dapat diraba ataupun dilihat bahkan tidak terjangkau oleh kata-kata.

Cinta bisa diartikan suatu perasaan kasih saying dalam suatu hubungan antara pihak satu dengan pihak lain.

Cemburu bisa diartikan perasaan atau pikiran yang muncul saat seseorang merasa atau menduga dengan benar atau keliru akan terancam pudar suatu hubungannya dengan seseorang.

Guna adanya cemburu untuk mengingatkan tentang “aku”-nya, hingga mereka sadar bahwa mereka adalah dua “aku” yang berdialog dan bertemu dengan satu tujuan, bukan yang dilebur menjadi satu.

Cinta bagaikan gabungan antara harapan dan kecemasan. Namun harap dan cemas haruslah seimbang. Jika rasa cemas melebihi harapan maka akan melahirkan cemburu berlebihan yang dapat mengubur cinta. Jika harapan tidak lagi bergelora maka cinta menjadi redup.

Kecemburuan yang lahir dari ketakutan dan gelisah yang berlebih merupakan kecemburuan yang tidak sewajarnya. Cinta tidak mungkin diraih dengan paksaan ataupun kecurigaan. Namun cinta diraih melalui perjuangan dengan kebebasan dibawah kendali budaya dan agama.

Kecemburuan yang wajar melahirkan keutuhan cinta sekaligus membendung segala hal yang dapat menghancurkannya. Cinta mengharapkan kesetiaan, namun cemburu serta merta hadir bila terdapat sikap yang dinilai mengurangi kesetiaan. Jika penyebab kecemburuan sesuatu yang wajar maka kecemburuan tersebut dibenarkan.

Cinta dan Benci

Cinta merupakan perasaan kasih saying dalam kalbu pecinta. Cinta adalah ekspresi perasaan. Perasaan adalah kumpulan emosi. Emosi adalah situasi jiwa yang mendorong untuk melakukan sesuatu yang sifatnya sementara. Letak semua itu ada didalam kalbu manusia.

Kalbu manusia merupakan sesuatu yang istimewa dan ajaib. Kalbunya merupakan alam kecil yang mencangkup alam besar dengan segala kontradiksinya.

Adanya cinta juga ada benci. Jalan tercepat mengetahui substansi sesuatu yaitu dengan mengetahui lawannya. Jika ingin mengetahui keburukan, ketahuilah kebaikan. Jika ingin mengetahui benci, ketahuilah cinta.

Apabila ada seseorang memusuhi dan memperlakukan seseorang secara tidak wajar, maka pada saat itu juga ada benih-benih kebaikan dalam diri orang yang memusuhi. Dengan disadari atau tidak ia sebenarnya telah memendam benih-benih kebaikan dibawah sadarnya. Tetapi bila orang yang dimusuhi menyikapi dengan kelembutan dan persahabatan, maka kemungkinan besar akan memicu tumbuhnya benih-benih kebaikan yang telah ia pendam.

                                                                                                       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri yang Diunggulkan

Perjuangan adalah Seni

  Perjuangan adalah Seni Izzul Mutho' Jiwa seniku menginginkan pergi Kala realita tak seindah mimpi Memori mimpi meronta-ronta Ragaku be...